Friday, November 26, 2010

Wanita Seksi Lebih Mudah Melekat di Otak Pria

Sebuah penelitian terbaru menunjukan bahwa pria dewasa cenderung mengingat seorang wanita yang memiliki daya tarik seksual dalam waktu lama. Apalagi jika wanita itu berpakaian seksi dan mengekspresikan minat seksual yang positif.

Penelitian dilakukan terhadap sejumlah mahasiswa pria yang ditunjukkan foto-foto wanita sebaya yang memperlihatkan minat seksual atau sinyal penolakan. Foto tersebut juga merepresentasikan gabungan sejarah seksual dan perilaku seksual yang agresif.



Mayoritas pria menunjukan memori yang sangat baik terhadap wanita seksi, bukan hanya saat berpose menantang tetapi juga ketika berpose standar. Memori menguat terhadap foto wanita berpakaian provokatif dan menarik.

"Kondisi ini mendorong beberapa pria untuk berperilaku seksual secara spontan," kata Teresa Treat, kepala peneliti, seperti dikutip dari Times of India. "Sementara pria yang memiliki hubungan romantis dan serius dengan wanita menunjukkan memori lebih baik."

Signifikansi penelitian secara jangka panjang juga melihat apakah efek memori seksual berpengaruh pada perilaku pria, pengalaman, dan keputusan sosialnya. Selain faktor memori, ada banyak faktor yang memainkan peranan penting dalam pengembangan emosi baik positif maupun negatif terkait pengalaman seksual di kalangan anak muda.



sumber: VIVAnews

Mengapa Pria Malas Membersihkan Rumah?


Apakah selama ini Anda hanya seorang diri menyelesaikan rupa-rupa pekerjaan rumah tangga? Ataukah, Anda punya seorang suami yang selalu senang hati membantu mengurus rumah?

Betapa bahagianya Anda, jika punya pasangan yang selalu punya inisiatif menangani berbagai pekerjaan di rumah. Sebab, menurut riset yang dilakukan perusahaan peralatan rumah tangga, Miele, sebanyak 82 persen wanita mengerjakan pekerjaan bersih-bersih rumah, namun hanya delapan persen suami yang bertanggung jawab membantu membersihkan rumah, seperti dikutip dari Times Of India.

Hasil studi menunjukkan, sebagian besar pria memang memiliki kecenderungan menghindari pekerjaan rumah. Bahkan 15 persen di antaranya menggambarkan pekerjaan membersihkan rumah itu sebagai 'kerja berat', seperti laporan Daily Express.

Di sisi lain, wanita beranggapan kebersihan rumah mencerminkan kepribadian mereka. Jadi, seringkali kaum wanita merasa tidak betah tinggal di lingkungan yang jorok dan kotor.

"Banyak pria bisa mengerjakan banyak hal, seperti mencuci mobil atau mengganti bola lampu di rumah. Tapi, coba lihat, apakah mereka mau mengerjakan pekerjaan seperti memasak dan membersihkan rumah? Alasannya hanya karena tidak bisa menggunakan mesin cuci atau kompor,” kata psikolog, Phillip Hodson.

Hodson menambahkan, "Salah satu masalahnya, pria terbiasa mencari kegiatan yang bisa memicu adrenalin, sementara pekerjaan rumah tangga dianggap hanya bekerja keras. Wanita memiliki naluri yang kuat sehingga mereka secara alami akan melakukan kegiatan bersih-bersih rumah ketika pria tidak mau repot-repot mengerjakannya."

Penelitian ini juga mengungkapkan, satu dari delapan wanita di Inggris melarang orang untuk memakai sepatu di dalam rumah. Namun, satu dari 10 orang tidak peduli apakah orang lain berpikir rumah mereka kotor atau tidak.

Sedangkan, dua persen dari orang Inggris membayar pembersih rumah profesional. Dan, lebih dari sepertiga orang dewasa muda di bawah 24 tahun mengakui bahwa mereka bergantung pada orangtua mereka untuk membersihkan kamar mereka. (pet)



sumber: VIVAnews

Sindrom Pria Manja


Perilaku pasangan seringkali kekanak-kanakan, tak ubahnya buah hati Anda? Bisa jadi, si dia mengidap sindroma pria manja.

Menurut John Gray, psikolog sekaligus penulis 'Men are from Mars, Women are from Venus, sifat manja pria dapat muncul di saat-saat tertentu. Misalnya, seperti yang dialami Diana, "Kalau sedang sakit, sifat kekanakan suami saya selalu kambuh. Duh, manjanya bukan kepalang. Sepanjang hari, dia akan sibuk mengeluh sakit di sekujur tubuhnya. Mulai dari ngilu, nyeri, senut-senut, dan sebagainya, seperti orang yang sakit parah saja. Padahal, sakitnya hanya flu atau atau sakit tenggorokan," katanya.

Lain lagi yang dialami, Rachel, menurutnya sang suami punya hobi bermain games online. "Jika sudah main, dia pasti bisa lupa waktu."

Benarkah setiap pria pada dasarnya memang kekanakan? Menurut Gray, pada dasarnya baik pria maupun wanita, memiliki sifat kekanakan dalam dirinya. Karena itu, bila sesekali pria dalam keadaan lemah (misalnya ketika sakit, menganggur dalam waktu cukup lama, atau baru dimarahi habis-habisan oleh bosnya), dan menunjukkan sikap manja atau mutung, bukan berarti Anda bisa menvonis sikap mereka sebagai kekanakan.

Masalahnya, kalau mau jujur, bisa jadi sikap manja dan kekanakan para suami atau kekasih itu sebenarnya berasal dari sikap kita, para wanita juga. Secara natural, kaum wanita memang dianugerahi sifat-sifat yang khas, yaitu senang merawat, memelihara, dan memperhatikan, khususnya terhadap orang-orang yang kita cintai.

"Dan, kalau mau jujur, sesungguhnya kita sangat menikmati peran itu. Sehingga akhirnya membuat kaum pria menjadi manja dan kekanakan," ujar Gray.

Namun begitu, pada umumnya seorang pria hanya mau memperlihatkan sisi-sisi lemahnya kepada orang-orang yang selama ini membuat dirinya merasa nyaman. Misalnya, kepada ibu, istri, atau sahabat-sahabat terdekatnya.

Jadi, yang perlu Anda bedakan, seseorang (dewasa) layak disebut kekanakan apabila dia (selalu atau sering kali) tidak mampu merespon setiap stimulus secara adekuat (memadai) sesuai dengan perkembangan usianya. Kedewasaannya tidak berkembang sesuai usianya.

Tapi, kalau sifat-sifat kekanakan suami sudah berlebihan, bersifat menetap, dan akhirnya membuat hidup istri dan keluarganya jadi tersiksa lahir batin berkepanjangan, itu memang layak dikategorikan tidak normal alias 'sakit'. Bisa jadi, dia memang mengidap Peterpan Syndrome.

6 Kebiasaan Yang Harus Dihindari Agar Tetap Cantik

Kulit yang bersih, mulus, dan kencang tidak didapat dalam sekejap. Untuk mendapatkannya, Anda harus merawatnya setiap hari. Sayangnya, kebiasaan sehari-hari kita justru jauh dari tujuan itu. Tidak heran bila pori-pori wajah Anda membesar, berjerawat, kusam, hingga keriput.
Agar Anda dapat memperbaiki kebiasaan ini, ahli dermatologi Dr Jeannette Graf menunjukkan kebiasaan apa yang seharusnya tidak kita lakukan. Yang paling sederhana, seperti tidak membersihkan riasan wajah sebelum tidur misalnya. Simak kesalahan lain seputar kebiasaan Anda yang merugikan kecantikan.

1. Tidak berolahraga.
Olahraga membuat sirkulasi darah Anda berjalan lancar sehingga membuat wajah Anda lebih berseri. Olahraga secara teratur juga membuat tubuh lebih bugar, kencang, dan tidak lekas lelah. Untuk jangka panjang, membuat diri tetap aktif dengan berolahraga juga menghindarkan Anda dari berbagai penyakit.
2. Tidak segera melepas pakaian olahraga yang basah karena keringat.
Latihan sangat baik untuk kulit karena meningkatkan peredaran darah. Tetapi racun-racun yang Anda keluarkan melalui kulit akan menetap di pakaian dan akan menyumbat pori-pori Anda.



3. Tidak menggunakan pelembab antipenuaan dini sampai usia terus bertambah. Seharusnya Anda sudah mulai memakai krim antipenuaan ini sejak usia 20-an. Rahasia antipenuaan tersebut adalah krim yang dilengkapi dengan SPF, yang seharusnya diaplikasikan ke wajah setiap hari.

4. Tidur tanpa membersihkan make-up.
Letakkan peralatan pembersih make-up (pilih yang dilengkapi pelembab) di samping tempat tidur sehingga meskipun tubuh sudah kelelahan, Anda tidak mengabaikan kebiasaan ini.

5. Tidak membersihkan wajah setelah melakukan perjalanan dengan pesawat.
Pesawat udara dipenuhi udara yang terus bersirkulasi di tempat yang sama sehingga bisa membuat kulit kering. Bayangkan juga, berapa banyak orang di dalam pesawat yang mungkin sedang batuk atau flu. Simpan selalu pembersih make-up dengan pelembab di dalam tas.




6. Tidak merawat tubuh dari dalam.
Contohnya, minum banyak air putih, menghindari minuman bersoda atau yang mengandung gula, serta makan buah-buahan dan sayuran. Dengan itu, dijamin kulit Anda akan jauh lebih mulus.




sumber :http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/6-dosa-kecantikan-yang-harus-dihindari.html

Penyebab Napas Terengah-engah Saat Olahraga


Jakarta, Ketika berolahraga kadang orang merasa lemas dan napas terengah-engah. Ternyata ada beberapa penyabab yang membuat kondisi seperti itu muncul. Apa saja?

Gejala seperti tubuh lemas dan napas yang terengah-engah selama atau setelah berolahraga merupakan cara tubuh memberitahu bahwa orang tersebut harus memperlambat dan santai olahraganya.



Namun terkadang sebagai tanda ada sesuatu yang salah dalam tubuh dan harus diperiksa lebih lanjut. Seperti dikutip dari Livestrong, Jumat (26/11/2010) sejumlah faktor bisa berkontribusi terhadap munculnya gejala tersebut.

Salah satu penyebabnya adalah akibat dehidrasi yang membuat ketidakseimbangan elektrolit di dalam sistem tubuh, sehingga timbul pusing dan tubuh merasa lemas atau lemah. Kondisi ini bisa akibat terlalu banyak atau terlalu sedikit mineral tertentu.

Penyebab lainnya adalah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup sebelum melakukan olahraga, sehingga tubuh menghabiskan cadangan energi dari glikogen.

Sementara sesak napas yang terjadi kemungkinan karena saluran udara mengalami masalah sehingga mengurangi jumlah oksigen di dalam tubuh. Jika memiliki kelebihan berat badan, ada kemungkinan lemak di perut membatasi kerja dari paru-paru sehingga sulit bernapas.

Melakukan olahraga secara berlebihan di awal juga bisa membuat napas terengah-engah. Tubuh membutuhkan peningkatan durasi dan juga latihan untuk mempertahankan otot dalam membakar lemak serta meningkatkan stamina.

Terlalu berlebihan berolahraga bisa menyebabkan stres pada paru-paru dan kerja jantung meningkat untuk menjaga aliran darah tetap cukup. Kondisi ini akan membuat seseorang merasa sesak napas.

Untuk mencegah atau mengurangi kondisi tersebut, pastikan mengonsumsi air yang cukup sebelum selama dan setelah latihan. Hal ini penting untuk mencegah dehidrasi dan mengganti cairan di dalam tubuh yang keluar melalui keringat. Serta mulailah olahraga secara perlahan dan tidak terlalu berlebihan, sehingga memberi waktu bagi paru-paru dan jantung untuk tetap bekerja optimal.

Jika napas yang dirasakan semakin sesak serta kelemahan yang cukup parah sehingga membuat tubuh menjadi pusing atau merasa seperti ingin pingsan, maka sebaiknya segera hentikan latihan dan beristirahat.


sumber: Detik Health